.

"

Minggu, 18 November 2012

Rapat Koordinasi PUAP



Rapat Koordinasi PUAP yang berlangsung di BP4K kab. Bogor  pada hari Selasa tanggal 13 November 2012 dihadiri oleh para penyuluh pendamping PUAP. Rapat tersebut bertujuan mengevaluasi perkembangan pelaksanaan program PUAP dari tahun 2008 sampai dengan 2012. Penyuluh pendamping juga dianjurkan untuk membawa  laporan perkembangan pelaksanaan program PUAP.

Senin, 12 November 2012

KEBIJAKAN TEKNIS PENGENDALIAN OPT


PRINSIP-PRINSIP PENGENDALIAN OPT :

- Pengendalian OPT dilakukan dengan sistem PHT
- Sistem PHT dilaksanakan melalui kegiatan pemantauan dan pengamatan, pengambilan keputusan, dan tindakan pengendalian dengan memperhatikan keamanan bagi manusia serta lingkungan hidup secara berkesinambungan.
- Pemantauan dan pengamatan dilakukan terhadap perkembangan OPT dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya.
- Pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan hasil analisis data pemantauan dan pengamatan.
- Keputusan dapat berupa : diteruskannya pemantauan dan pengamatan, atau tindakan pengendalian
- Pemantauan dan pengamatan, dilanjutkan apabila populasi dan atau tingkat serangan OPT tidak menimbulkan kerugian secara ekonomis.
- Pengendalian dilakukan apabila populasi dan atau tingkat serangan OPT dapat menimbulkan kerugian secara ekonomis.

Minggu, 11 November 2012

KKP-E PERIKANAN



PLAFON DAN KEBUTUHAN INDIKATIF KKP-E
          Modal kerja per individu baik usaha perorangan maupun anggota Pokdakan dapat diberikan lebih dari satu unit dengan ketentuan maksimal tidak lebih dari Rp 100 juta.
          Besarnya plafon dalam satu kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan)  dalam rangka pengadaan/peremajaan peralatan, mesin dan sarana lain untuk menunjang kegiatan usaha budidaya bagi anggotanya paling banyak Rp. 500 juta.
          Kebutuhan indikatif KKP-E Perikanan Budidaya berdasarkan usaha pembenihan dan usaha pembesaran ikan baik ikan air tawar, air payau maupun air laut
          Kebutuhan indikatif dalam rangka pengadaan pangan seperti pengadaan/pembelian ikan hasil budidaya dalam satu KUB/Pokdakan/Koperasi maksimal plafond yang diberikan Rp 500 juta

Rabu, 07 November 2012

PENYAKIT KRESEK/HAWAR DAUN (Bacterial Leaf Blight )



Penyakit Kresek/Hawar daun (Indonesia) / Lodoh (Jawa) atau BLB (Bacterial Leaf Blight) atau HDB disebabkan oleh Bakteri Xanthomonas campestris pv. Oryzae.
Kehilangan hasil mencapai 20.6 - 35.8 % pada musim hujan, sedangkan pada musim kemarau mencapai 17.5 - 28 % (Suparyono dan Sudir, 1992).

Selasa, 06 November 2012

Rapat Koordinasi Pelaksanaan SL-PTT



Rapat Koordinasi yang berlangsung pada, Selasa 6 Nopember 2012 bertempat di Aula BP4K Kabupaten Bogor. Diadakannya pertemuan rapat koordinasi ini untuk menyelesaikan masalah teknis dalam pelaksanaan SLPTT(Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu) di tahun 2012 ini.

Rapat Koordinasi Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Tingkat Kabupaten

Kamis, 01 November 2012

BUDIDAYA PAPRIKA


Tanaman cabai pada umumnya mempunyai rasa pedas, namun paprika merupakan salah satu varietas cabai yang tidak mempunyai rasa yang pedas. Cabai manis (Capsicum annum var. grossum) atau paprika merupakan tanaman hortikultura yang baru dikenal di Indonesia.

Umumnya paprika dipakai untuk penyedap masakan luar negeri seperti cah paprika daging sapi, paprika campur sosis, udang jeroan, atau disiram saos keju, paprika segar bisa juga dijadikan salad. Dengan meningkatnya kebutuhan paprika dan pasar yang jelas maka diperlukan pengembangannya.

POTENSI KEMANGI (Ocimum americanum L.) SEBAGAI PESTISIDA NABATI



Kesadaran masyarakat akan dampak negatif pestisida kimia terus berkembang. Oleh karena itu, untuk mengatasi dampak negatif penggunaan pestisida kimia, seperti pencemaran lingkungan (tanah dan air), imunitas hama, dan terjadinya ledakan hama maka diperlukan kebijakan perlindungan tanaman/pengendalian organisme penggangu tanaman (OPT) yang mengacu pada konsep pengendalian hama terpadu (PHT). Konsep ini memadukan satu atau lebih teknik pengendalian yang harus memenuhi persyaratan keamanan/ramah lingkungan dan efektif tanpa adanya efek samping serta dapat menjamin pertanian berkelanjutan.

BUDIDAYA BUNCIS


Buncis (Phaseolus vulgaris) merupakan sayuran yang bergizi tinggi dan cukup digemari. Tanaman buncis berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Buncis yang ditanam di Indonesia merupakan hasil produksi dari kurang lebih 100 kultivar yang berasal dari Hawai, Belanda dan Australia. Varietas buncis yang mempunyai nilai produksi tinggi adalah Sutera, Horti 3, Lebat-1, Snap Bean G13 Snap 612 dan Sora. Tanaman buncis di samping bentuknya menarik juga enak rasanya serta kaya akan vitamin A, mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, vitamin B1 dan C.

BUDIDAYA MANGGA GEDONG GINCU



Mangga (Mangifera Indica) merupakan tanaman buah-buahan tropika kering yang termasuk ke dalam famili anacordiaceae. Salah satu jenis mangga yang banyak digemari dan terkenal baik di dalam negeri maupun di luar negeri terutama Jepang, Cina, Saudi Arabia adalah mangga gedong gincu.
Buah mangga ini banyak terdapat dan dibudidayakan dengan baik di Kabupaten Majalengka, Cirebon dan Indramayu. Pengembangan Mangga Gedong Gincu mempunyai prospek pasar yang cukup baik karena harga jualnya tinggi dan digemari masyarakat.

Rabu, 31 Oktober 2012

PERBANYAKAN BENIH KRISAN MELALUI STEK PUCUK



I.PENDAHULUAN
Tanaman krisan (Chrysanthemum spp) termasuk family asterales. Di Jawa dikenal dengan nama bunga seruni dan merupakan salah satu bunga yang paling lama dikenal dan dibudidayakan. Krisan mempunyai banyak keragaman, baik dari segi penampilan, bentuk bunga maupun warna, sehingga terdapat ribuan varietas yang sangat berbeda. Ciri khas pada krisan adalah bentuk daunnya yang spesifik, sehingga dapat dengan mudah mengenali krisan.
Tanaman krisan termasuk tanaman semusim yang umurnya berkisar antara 90-120 hari, tergantung dari varietas dan lingkungan tempat menanamnya. Hal yang istimewa dari tanaman krisan adalah kemampuannya untuk berbunga serentak dan dapat di panen secara massal pada waktu yang diinginkan.

Selasa, 23 Oktober 2012

Rakor (Rapat Koordinasi) pendukung program Gerakan Peningkatan Produksi Padi Berbasis Masyarakat (GP3M)



Rakor (Rapat Koordinasi) pendukung program Gerakan Peningkatan Produksi Padi Berbasis Masyarakat (GP3M) yang berlangsung hari Selasa, 23 Oktober 2012 bertempat di Aula BP4K Kab Bogor di hadiri oleh para penyuluh pendamping GP3M dan Kepala/Perwakilan dari BP3K wilayah Leuwilliang, Cibungbulang, Caringin Dramaga dan Jonggol.

Selasa, 16 Oktober 2012

MANFAATKAN BAHAN ORGANIK MEMPERBAIKI EKOLOGI TANAH



Sumber Gambar: Herman Sihite THL TB PP BP3K Wil. Cigudeg


Kurang ditekankannya penggunaan bahan organik dan pengembalian jerami kelahan maka pupuk anorganik menjadi andalan petani sehingga petani dibiasakan menjadi malas memanfaatkan bahan organik atau pupuk kompos karena tolok ukur pemupukan selalu pada kenaikan produksi dan keberlanjutan sistem produksi tidak diketengahkan dalam paket anjuran teknologi.

Senin, 15 Oktober 2012

HPS (Hari Pangan Sedunia) ke-32



Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan perlunya secara konsisten melakukan upaya menjaga ketahanan pangan. Meski diakui bahwa tantangan membangun ketahanan pangan ke depan cukup komplek. Hal tersebut diantaranya terkait dengan pertambahan jumlah penduduk yang sudah tentu berdampak pada semakin meningkatnya kebutuhan pangan.

Selasa, 09 Oktober 2012

RAPAT DINAS (9 oktober 2012)



Rapat Dinas kali ini menitik beratkan Bidang Pertanian. H. Nana Sukmana, SP selaku Koordinator Bidang Penyuluh Pertanian yang manjadi pembicara dalam rapat tersebut mengatakan banyak permasalahan yang belum ddiselesaikan dibidang ini, maka itu kepala badan menitik beratkan ke bidang pertanian. Kepala Badan (Ir. Hj. Siti Farikah, MM) dan Sekretaris Badan (Ir. Farida Khuriyati, MM) tidak dapat menghadiri rapat dinas karena menghadiri rapat juga di SEKDA, Maka itu H. Nana Sukmana, SP ditugaskan untuk membuka rapat dinas tersebut.

Minggu, 07 Oktober 2012

Panen Raya Padi Sawah



Kegiatan panen raya padi sawah di kelompok tani Bunga Tanjung I Desa Sibanteng Kecamatan Leuwisadeng Kabupaten Bogor yang dilaksanakan pada hari Selasa 02 Oktober 2012

Kunjungan BP4K Kabupaten Gresik



Kamis lalu BP4K Kabupaten Bogor kedatangan tamu dari Gresik, Instansi mereka sama yaitu BP4K (Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan) Kabupaten Gresik.

Pertemuan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS)



Pertemuan PPS yang berlangsung di Aula Kantor BP4K, tanggal 2 dan 3 Oktober 2012. Acara tersebut mengevaluasi kinerja PPS di lapangan, dengan melihat laporan kegiatan.

Kamis, 27 September 2012

Rapat Minggon (Boling) Bupati Bogor di kecamatan Dramaga




Program Bupati Rebo Keliling (Boling) kali ini bertempat di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor kemarin. Acara tersebut dibuka oleh camat dramaga dan langsung memaparkan masalah-masalah yang terjadi di kecamatan dramaga, salah satunya muncul agama baru yang mulai menggangu kenyamanan masyarakat.  Bupati Bogor (Rahmat Yasin) Menegaskan ini terjadi karna kurangnya guru ngaji disetiap desa, maka kepahaman terhadap agama yang benar jadi kurang. Maka bupati akan segera menambahkan guru ngaji sehingga menjadi 1 desa 10 guru ngaji.

Rabu, 26 September 2012

Programa Penyuluhan Kecamatan / BP3K Wilayah Jonggol, Parung Panjang, Cibinong





Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh BP4K yaitu Kegiatan Penyusunan Program dan Rencana Kerja Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (Program Pemberdayaan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) yang memfasilitasi kegiatan pembuatan dan penyusunan Programa tingkat BP3K (12 BP3K),  Programa tingkat BP4K (Kabupaten), RKTP (Rencana Kerja Tahunan Penyuluh) sebanyak 155 orang.

VALIDASI SKKNI PENYULUH PERTANIAN TAHUN 2012


Bidang Penyuluhan Pertanian


Standar kompetensi kerja nasional indonesia (skkkni)  adalah rumusan kemampuan kerja yg mencakup aspek pengetahuan, ketrampilan, dan atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Rabu, 19 September 2012

Temu Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan




Temu penyuluh yang berlangsung di lapangan Gazibu Bandung , pada hari selasa tanggal 18 September 2012. dihadiri oleh penyuluh penyuluh se-Provinsi Jawa Barat. Temu Penyuluh tersebut tidak hanya mengundang Penyuluh PNS saja, tetapi para THL-TBPP dan THL-P2BN juga diundang.

Rabu, 12 September 2012

Panen Demfarm kecamatan Caringin





Pelaksanan pemberdayaan Petani melalui Dem Farm di Kabupaten Bogor, sudah ada yang panen di antara nya , di kelompok tani Tarbiyatul Athal, desa Pasir Buncir kecamatan Caringin yang termasuk wilayah binaan BP3K Caringin.

Minggu, 09 September 2012

Pelatihan KBR di Megamendung




Pelatihan Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang berlangsung di Kelompok Tani Bhakti Selaras, Kp. Jawa ,Desa Sukamaju Kecamatan Megamendung pada tanggal 3-4 September 2012 (Senin-Selasa)
Narasumber atau pengajar dari BP  DAS Citarum – Ciliwung, DISTANHUT Kabupaten Bogor dab BP4K Kabupaten Bogor

Pelatihan Kebun Bibit Rakyat Kegiatan Pendukung Pengembangan Hutan Kemasyarakatan Tahun 2012





Tempat pelaksanaan Ponpes Ibadurrohman Kampung Cikawung Desa Banyuwangi Kecamatan Cigudeg, tanggal 30-31  Agustus 2012. Peserta yang hadir 20 Orang dan Narasumber dari : BP DAS Citarum – Ciliwung , BP4K Kabupaten Bogor.

Kamis, 06 September 2012

Rapat Minggon Keliling Bupati Bogor (Boling)




Rapat yang berlangsung di Desa Cimande Hilir Kecamatan Caringin tanggal 5 September 2012 dihadiri oleh Para Petani, Ibu PKK, dan Masyarakat Caringin.

Pada pertemuan Minggon keliling Bupati Bogor (H. Rachmat Yasin) memberikan penghargaan kepada Penyuluh Berprestasi tingkat Kabupaten Bogor, dan juga penyerahan Perangkat Uji Tanah Sawah (Paddy Soil Test Kit) kepada Kepala BP3K wilayah Caringin. Beliau berkata Kinerja Para tokoh atau pelayan masyarakat ini harus terus ditingkatkan, jangan puas dengan hasil yang diraih sekarang. Untuk mensukseskan program bupati diharapkan para tokoh atau pelayan masyarakat ini dapat saling bekerja sama untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat.   

Rabu, 05 September 2012

Rapat Koordinasi PUAP (Pengembanagn Usaha Agribisnis Perdesaan)



Kegiatan PUAP yang berdasarkan DPA TA.2012 harus disertai dengan Rakor (Rapat Koordinasi). Rakor yang dilaksanakan di Aula BP4K Tanggal 4 September 2012

Jumat, 31 Agustus 2012

Rapat Dinas


Rapat Evaluasi THL P2BN (Program Peningkatan Beras Nasional)


(Ir. Farida Khuriyati, MM sedang mengevaluasi para THL P2BN yang hadir)

Acara dilaksanakan di Aula BP4K Kab.Bogor pada hari kamis tanggal 30 Agustus 2012 yang dihadiri oleh.

-          Skretaris BP4K (Ir. Farida Khuriyati. MM)
-          Kepala Sub-Bagian Keuangan (R. Tjetjep Sumantri, SE)
-          Koordinator Penyuluh Kehutanan (Julianto Waluyo, S.St)
-          Kepala 12 BP3K se-Kabupaten Bogor
-          THL P2BN Kabupaten Bogor

Dalam meningkatkan kinerja Penyuluh THL Provinsi maka diadakan evaluasi untuk mensukseskan pelaksanaan program P2BN Program (Program Peningkatan Beras Nasional) dengan metode SLPTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu). Ibu Sekretaris BP4K pun dalam kesempatan ini mengevaluasi kehadiran dari seluruh THL P2BN yang ada di Kabupaten Bogor pada Rapat tersebut.

Rabu, 29 Agustus 2012

Rapat Koordinasi GP3M (Gerakan Peningkatan Produksi Padi Berbasis Masyarakat)




Rakor (Rapat Koordinasi) yang berlangsung Rabu 29 Agustus 2012 bertempat di Aula BP4K Kab Bogor di hadiri oleh para penyuluh pendamping GP3M dan Kepala/Perwakilan dari BP3K wilayah Leuwilliang, Cibungbulang, Caringin Dramaga dan Jonggol.
Bapak H. Nana Sukmana, Sp dan Ibu Ir. Prasetyowati menjadi Pembicara dan Narasumber di Rakor GP3M tadi. Dalam Rakor Tersebut membahas tentang sampai sejauh mana Perkembangan Program GP3M dilihat dari laporan perkembangan GP3M yang dibawa oleh Penyuluh Pendamping.

Senin, 27 Agustus 2012

Kerajinan Domba Garut






Minggu, 26 Agustus 2012

Pelatihan P2KP

Pelatihan P2KP Tgl 26 juli 2012, bertempat di Aula Kantor BP4K kabupaten Bogor.
Narasumber  :
* Ir. Abubakar (Direktur MWA)
* Ir. Hj. Siti Farikah, MM (Kepala BP4K)



        Pelaksanaan gerakan Percepatan Penganekragaman Konsumsi Pangan (P2KP) merupakan implementasi dari Peraturan Presiden RI Nomor ; 22 Tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragam Konsumsi Pangan berbasi sumber daya local, yang ditindaklanjuti oleh Peraturan Menteri Pertanian Nomor :  43 Tahun 2009, dan Peraturan Gubernur Nomor 60 tahun 2011.
        Penganekaragaman konsumsi pangan merupakan salah satu upaya untuk memantapkan dan membudayakan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman dalam jumlah, komposisi yang cukup guna memenuhi kebutuhan gizi untuk mendukung hidup sehat, aktif dan produktif.

PANEN DEMFARM PENDUKUNG P2BN DI KABUPATEN BOGOR


Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi setiap rakyat Indonesia guna mewujudkan sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas untuk melaksanakan pembangunan nasional. Dalam struktur pangan nasional, beras merupakan salah satu komoditas yang paling strategis dan dominan dari kelompok padi-padian. Oleh karena itu, produksi dan ketersediaannya harus terjamin secara kontinu agar tidak menimbulkan gejolak ekonomi, politik, sosial dan keamanan. Untuk menjamin ketersediaan produksi beras nasional, Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai gerakan yang melibatkan semua pemangku program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN).

Kamis, 23 Agustus 2012

BUDIDAYA SALAK SLEBOR (SLEMAN BOGOR)


Tanaman salak Slebor di produsi oleh P4S Antanan Cimande Bogor. Bibit salak ini berasal dari Sleman, di kembangkan di Cimande Bogor. Ternyata rasa dan aromanya bisa menyamai salak pondoh yang di tanam di Sleman.
Salak akan tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan rata-rata per tahun 200-400 mm/bulan. Curah hujan rata-rata bulanan lebih dari 100 mm sudah tergolong dalam bulan basah. Berarti salak membutuhkan tingkat kebasahan atau kelembaban yang tinggi. 

Rabu, 22 Agustus 2012

Penghargaan untuk yang Berprestasi





Pada tanggal 16 Agustus 2012..bertepatan dengan acara mendengarkan sidang paripurna di gedung DPRD Kabupaten Bogor, juga di gelar pemberian penghargaan bagi PNS dan warga kabupaten Bogor yang berprestasi.
BP4K Kabupaten Bogor mendapatkan beberapa penghargaan yang di awali dengan Penghargaan Stand Terbaik HKP yang ke - 40 Di Kabupaten Garut. Penghargaan Tingkat Provinsi Jawa Barat tersebut langsung diberikan oleh Bupati Rachmat Yasin kepada kepala BP4K Kabupaten Bogor Ir.Hj.Siti Farikah, MM, berupa Piagam dan Trophy.

Rabu, 15 Agustus 2012

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H


Senin, 13 Agustus 2012

JAMBU KRISTAL PRODUKSI DRAMAGA KAB. BOGOR



Budidaya Jambu Biji Kristal lebih menguntungkan karena produktivitasnya tinggi. Perlu di ingat jambu biji sebenarnya sulit untuk bisa dikebunkan secara komersil, karena produktivitasnya rendah.Jambu tanpa biji sulit berbuah lebat itu disebabkan biji merupakan penyedia energi untuk pembesaran buah. Ketika jambu tanpa biji berbuah gampang rontok. Buah Jambu Biji Kristal sebetulnya tidak benar-benar non biji, ia tetap berbiji akan tetapi jumlahnya sedikit kurang dari 3% bagian buah.jadi saat berbuah bisa kuat tidak gampang ronyok dan berbuah lebat.

Minggu, 12 Agustus 2012

KHASIAT UBI JALAR



Ubi jalar (Ipmoea batatas L) terbukti mengurangi resiko buta pada anak balita. Hal itu terungkap dalam hasil penelitian oleh Dr Muhilal (1991) dan para peneliti dari Puslitbang Gizi Depkes. Dilaporkan bahwa di Kabupaten Jaya Wijaya, Irian Jaya, yang semula diduga mempunyai prevalensi xeroftalmia lebih dari pada 0,5 persen, ternyata tidak dijumpai satu kasus pun penyakit xeroftalmia. Xeroftalmia adalah suatu penyakit mata yang disebabkan kekurangan vitamin A, berupa adanya bercak bitot dan bila tidak segera diobati dapat mengakibatkan kebutaan. Menurut Muhilal, hal ini antara lain disebabkan oleh kebiasaan masyarakat Lembah Baliem tersebut yang senang mengkonsumsi ubi jalar dan daunnya, serta buah merah, yang masing-masing mengandung betakaroten, senyawa provitamin A dalam jumlah yang banyak. Satu porsi ubi rebus yang berwarna kuning emas, sekitar 200 gram saja misalnya, mampu menyediakan betakaroten sekitar 5400 mikrogram, atau setara dengan 900 retinol ekivalen (RE). Angka tersebut sudah jauh di atas angka kecukupan vitamin A yang dianjurkan (350-600 RE). 

Kamis, 09 Agustus 2012

INPARI 13 TAHAN WERENG COKLAT



Anomali iklim dengan frekuensi hujan terus-menerus setiap hari yang terjadi beberapa bulan belakangan ini menyebabkan kelembaban udara tinggi sehingga berpotensi memicu pertumbuhan hama wereng batang coklat (WBC) pada pertanaman padi.
"Jika perkembangannya tidak bisa dikendalikan maka bisa memicu peningkatan populasi yang menyebabkan meledaknya intensitas serangan. Ini bisa menyebabkan puso", jar Ir. Sudir, Staf Ahli Hama Penyakit dan Proteksi Tanaman, Balai Besar Padi, Sukamandi Subang.

Selasa, 07 Agustus 2012

PENGENDALIAN HAMA WERENG COKLAT UNTUK MENSUKSESKAN P2BN





Wereng Coklat masih dianggap hama utama pada tanaman padi. Kerusakan akibat serangan hama ini cukup luas dan hampir terjadi pada setiap musim tanam. Secara langsung wereng coklat akan menghisap cairan sel tanaman padi sehingga tanaman menjadi kering dan akhirnya mati. Berikut cara pengendalian hama wereng coklat :

Senin, 06 Agustus 2012

MENGENAL HAMA PENGGEREK BATANG PADI (SUNDEP/BELUK)



Hama Penggerek batang padi merupakan hama penting tanaman padi karena jika menyerang fase vegetatif mereka mematikan titik tumbuh sehingga mengurangi jumlah anakan dan jika menyerang fase generatif hama ini secara nyata merusak malai sehingga mengurangi jumlah malai yang dapat dipanen.
Terdapat empat spesies hama penggerek batang padi yaitu:
1. Penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas)
2. Penggerek batang padi putih (Scirpophaga innotata)
3. Penggerek batang padi bergaris ( Chilo supressalis)
4. Penggerek batang padi merah jambu (Sesamia inferens)

Minggu, 05 Agustus 2012

TEKNOLOGI PENGENDALIAN HAMA KEONGMAS




Keong mas disebut juga siput murbai atau bahasa latinnya Pomacea canaliculata Lamarck, adalah salah satu keong yang cangkangnya berwarna kuning dengan perkembangan yang relatif cepat. Dulunya keong ini berasal dari Amerika Selatan (Argentina, Suriname, Brasilia dan Guatemala) dan salah satu negara yang mengimpor keong ini adalah Filipina yaitu antara tahun 1982 sampai tahun 1984 melalui taiwan. Tujuan mendatangkan keong ini adalah untuk memanfaatkan nilai gizi yang tinggi sebagai bahan pangan dan pakan ternak. Sedangkan Indonesia mengintroduksi keong ini sekitar tahun 1981 sebagai hewan peliharaan akuarium di daerah Jogjakarta. Pada tahun 1985-1987, hewan ini berkembang dengan cepat dan populer sehingga menjadi hama yang merusak tanaman padi.

Kamis, 02 Agustus 2012

PEMUPUKAN TANAMAN PADI


Sebagai sumber hara, pupuk merupakan sarana produksi yang memegang peranan penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman pangan. Menurut Adiningsih dkk., (1989), 85% dari total kebutuhan pupuk disektor pertanian, digunakan petani untuk meningkatkan produksi padi di lahan sawah irigasi. Masalahnya adalah penggunaan pupuk kimiawi secara terus menerus pada dosis tinggi dapat berpengaruh negatif terhadap lingkungan, dan menurunkan tingkat efisiensi penggunaannya (Juliardi, 1995).

Rabu, 01 Agustus 2012

Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) Pada Padi


Jika anda menemukan tanaman padi yang muda pada saat fase awal pertumbuhan tiba-tiba layu dan akhirnya mati. Begitu juga jika anda menemukan tanaman padi yang telah dewasa tepi daunya berwarna keabu-abuan dan akhirnya mengering. Kemungkinan besar tanaman padi anda terserang penyakit hawar daun bakteri (HDB).

Selasa, 31 Juli 2012

PENGENDALIAN TIKUS SAWAH DENGAN SISTEM BUBU PERANGKAP


Tikus merupakan hama utama pada tanaman padi. Akibat serangan hama tikus ini sangat merugikan bagi petani. Tikus menyerang padi pada semua stadia pertumbuhan padi mulai dari persemaian sampai padi menjelang panen. Tikus sawah mempunyai kemampuan reproduksi yang tinggi. Periode perkembang-biakan hanya terjadi pada saat tanaman padi periode generatif. Dalam satu musim tanam padi, tikus sawah mampu beranak hingga 3 kali dengan rata-rata 10 ekor anak per kelahiran. Tikus betina relatif cepat matang seksual (±1 bulan) dan lebih cepat daripada jantannya (±2-3 bulan). Cepat/lambatnya kematangan seksual tersebut tergantung dari ketersediaan pakan di lapangan. Masa kebuntingan tikus betina sekitar 21 hari dan mampu kawin kembali 24-48 jam setelah melahirkan (post partum oestrus).

Senin, 30 Juli 2012

BUDIDAYA KACANG PANJANG


Kacang panjang merupakan jenis sayuran yang dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun diolah menjadi sayur, memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap (protein,lemak,karbohidrat,kalsium,fosfor,besi,vitamin B dan C). Kandungan protein nabati pada sayur kacang panjang berkisar 17-21%. Ada 2 varietas kacang panjang yang sudah banyak dibudidayakan dengan produksi cukup tinggi, yaitu Putih Super dan Super Sainan dengan potensi hasil 7 sampai 9 t/ha (pada musim kemarau) dan 6 sampai 7 t/ha (pada musim hujan). Sentra penanaman kacang panjang didominasi oleh Pulau Jawa terutama Jawa Barat, Jawa Tengah,

Minggu, 29 Juli 2012

BUDIDAYA BABY CORN


Baby corn atau biasa disebut jagung semi merupakan tongkol jagung yang dipanen waktu muda (belum berbiji). Mulanya sayuran ini hanya sebagai hasil sampingan panen jagung sehingga jumlahnya relatif sedikit dan sukar didapatkan di pasaran.
Manfaatsayuran ini sudah lama dikenal di Indonesia dan umumnya dipakai dalam masakan sehari-hari atau perhelatan (pesta), antara lain dalam masakan cap cay, sop, oseng-oseng, dan sebagainya. Syarat Tumbuh Baby corn dapat tumbuh pada daerah berketinggian 0-1.300 m .

Selasa, 24 Juli 2012

Lomba Kelompok Pembudidaya Ikan UPR Lele Tahun Provinsi Jawa Barat Th. 2012



Tempat : Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor
Narasumber : Tim Penilai Lomba dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat
Peserta : Kelompok Pembudidaya Ikan UPR Lele “Mitra Tani”

Pembinaan dan Penilaian Kinerja Kelembagaan Pokdakan, UPR, dan UPP yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perikanan dan Kelautan telah dilaksanakan di kelompok Pembudidaya Ikan UPR lele “Mitra Tani” yang bertempat dikampung Jampang pulo, desa Jampang, kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor pada tanggal 17 Juli 2012.

Tim Juri yang hadir antara lain H. Hery Gunawadi, A.Pi, MM ; Suharni, S.St, Pi ; Cacih Sukarsih ; Muhassir Bachtiar, S.Pi ; dan Dwi. Nadi Heri selaku ketua kelompok mengaku optimis bisa meraih gelar Juara I pada Lomba Tahun ini, mengingat persiapan Lomba yang cukup matang serta pembinaan yang intersif dari penyuluh/pembina di BP3K Ciseeng dan BP4K Kabupaten Bogor.























 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes